Titik-Balik: Gigih Besarkan Anak Pengidap Virus Rubella

Gusti mboten sare“, Tuhan tidak tidur, kasih sayang-Nya senantiasa menaungi seluruh alam semesta ini, tidak terkecuali bagi ciptaan-Nya, manusia.

Hal ini yang dirasakan seorang Gracie Melia Christanto (Meli), baginya hidup berjalan begitu sempurna mengalir tanpa halangan yang berarti. Mimpi untuk menjadi seseorang yang bisa berguna bagi banyak orang telah terwujud, menjadi english trainer untuk pekerja tambang pada sebuah perusahaan besar, juga impian tentang cinta, mencintai dan dicintai, kemudian membentuk sebuah keluarga yang bahagia telah ada dalam genggamannya. Lalu selesai?

Ternyata semua itu belum selesai. “Berguna bagi banyak orang” ia temukan bukan ketika dia bekerja pada perusahaan besar, bukan juga ketika dia mengabdi mengajarkan bahasa Inggris kepada para pekerja tambang. “Berguna” itu ketika hidup mengantarkannya pada sebuah titik-balik, buah cintanya terkasih, Aubrey Naiym Kayacinta (Ubii) didiagnosa mengidap penyakit Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Klik posting lengkap di Link Ini.

Jurnalisme Sampah

Jurnalisme, baik reportase maupun opini, bukan penilaian sepihak apalagi bermaksud menyebarkan kebencian. Jurnalisme harus sesuai dengan konsep dasar 5W + 1H:

1. Harus dilihat apa yang terjadi. Dalam mendeskripsikan apa yang terjadi, harus dilihat secara berimbang, istilahnya cover both side. Hal ini untuk menghindari bias subyektivitas dari pewarta berita.

Lanjutan Posting ini Di Sini…

Pembunuhan Karakter dalam Drama Reality Show

Saya sempat suka terhadap tayangan Termehek-mehek dan Religi. Tapi lama-kelamaan ada pergeseran karakter: berubah menjadi acara mistis, supranatural, dan menjadi sangat mengada-ada. Bahkan di banyak episode ada pembunuhan karakter budaya. Di tahun 2007-2009 sempat ada Sinetron “Rahasia Ilahi” yang sempat booming, namun ada pembunuhan karakter yang fatal. Sinetron itu di satu sisi bagus tapi tidak sesuai dengan prinsip sifat Tuhan yang Cinta-Nya lebih luas dari murka-Nya.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Carut Marut Penyaluran PKBL BUMN

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) merupakan program sosial perusahaan-perusahaan plat merah sebagai amanat dari Undang-undang RI No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN (UU BUMN). Pada Pasal 88 UU BUMN menyebutkan bahwa BUMN dapat menyisihkan sebagian laba bersihnya untuk keperluan pembinaan usaha kecil / koperasi serta pembinaan masyarakat sekitar BUMN. Hal ini diperkuat oleh Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. Per-05/MBU/2007 tentang PKBL. Jika dalam UU BUMN digunakan kata “dapat” (bersifat kondisional), maka dalam Permen BUMN digunakan kata “wajib” : Persero dan Perum wajib melaksanakan PKBL. Adapun sumber dana PKBL diambil dari laba setelah pajak sebesar maksimal 2 %.

Lanjutan Posting ini Di Sini…

Kategori:DPR, Ekonomi Tag:,

Rasisme dalam Ekonomi

Rasisme ternyata tidak saja hinggap di ranah pemikiran, tetapi juga di ekonomi. Entah apa sebabnya para pengamat, politisi, dan banyak pihak pada saat perdagangan bebas dengan China diterapkan ramai-ramai mengkritik. Di DPR saja sampai dibentuk Panitia Kerja (Panja) ACFTA. Koran-koran nasional banyak yang menjadikannya headline, seminar-seminar pun tak kalah ramai, rendah riuh masyarakat menentang ACFTA. Tapi ketika perdagangan bebas dengan Australia dan New Zealand dalam skema AANZFTA diterapkan sepi komentar, begitu juga dengan perdagangan bebas dengan India lebih sepi komentar.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Kategori:Ekonomi, Politik Tag:,

Pengawasan Swasembada Gula

Permasalahan gula seakan tak pernah berhenti. Sudah dari periode 10 tahun yang lalu pemerintah dan DPR mencanangkan swasembada gula namun masih belum berhasil. DPR Komisi VI pun sudah dua kali membentuk Panitia Kerja (Panja) Gula. Periode pertama tahun 2000 mencanangkan tahun 2004 ditargetkan swasembada gula. Namun ternyata meleset. Periode kedua tahun 2004 Pemerintah dan DPR kembali menargetkan tahun 2007 hingga 2009 akan swasembada gula, tapi kembali meleset. Periode DPR saat ini, pemerintah dan DPR untuk ketiga kalinya menargetkan swasembada gula di tahun 2014.

Lanjutan Posting Ada Di Sini..

Kategori:DPR, Ekonomi Tag:, , , ,

Agama Organik

Istilah organik banyak dikenal saat ini, terutama pada bidang pertanian seperti sayuran, buah-buahan, beras, pupuk  dan sebagainya. Organik dalam obyek-obyek tersebut adalah kata sifat yang berarti “berasal dari makhluk hidup”. Beras organik artinya beras yang ditanam di tanah yang alami dan dipupuk dengan bahan-bahan makhluk hidup dari alam, tanpa campuran kimiawi.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.