Archive

Archive for the ‘Sosbud’ Category

Jurnalisme Sampah

Jurnalisme, baik reportase maupun opini, bukan penilaian sepihak apalagi bermaksud menyebarkan kebencian. Jurnalisme harus sesuai dengan konsep dasar 5W + 1H:

1. Harus dilihat apa yang terjadi. Dalam mendeskripsikan apa yang terjadi, harus dilihat secara berimbang, istilahnya cover both side. Hal ini untuk menghindari bias subyektivitas dari pewarta berita.

Lanjutan Posting ini Di Sini…

Advertisements
Categories: Komunikasi, Sosbud Tags: , ,

Pembunuhan Karakter dalam Drama Reality Show

Saya sempat suka terhadap tayangan Termehek-mehek dan Religi. Tapi lama-kelamaan ada pergeseran karakter: berubah menjadi acara mistis, supranatural, dan menjadi sangat mengada-ada. Bahkan di banyak episode ada pembunuhan karakter budaya. Di tahun 2007-2009 sempat ada Sinetron “Rahasia Ilahi” yang sempat booming, namun ada pembunuhan karakter yang fatal. Sinetron itu di satu sisi bagus tapi tidak sesuai dengan prinsip sifat Tuhan yang Cinta-Nya lebih luas dari murka-Nya.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: Sosbud Tags: , ,

Agama Organik

Istilah organik banyak dikenal saat ini, terutama pada bidang pertanian seperti sayuran, buah-buahan, beras, pupuk  dan sebagainya. Organik dalam obyek-obyek tersebut adalah kata sifat yang berarti “berasal dari makhluk hidup”. Beras organik artinya beras yang ditanam di tanah yang alami dan dipupuk dengan bahan-bahan makhluk hidup dari alam, tanpa campuran kimiawi.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: Filsafat, Pemikiran, Sosbud Tags: ,

Pemutaran Perdana Film “Serdadu Kumbang”

Tadi malam (Kamis, 09/06/2011) kebetulan ada undangan eksklusif untuk pemutaran perdana film “Serdadu Kumbang”, karya Ari Sihasale, produksi Alenia Pictures, di Epicentrum XXI Kuningan. Film tersebut adalah hasil kerjasama Alenia Pictures dengan PT Newmont Nusa Tenggara sebagai perusahaan tambang terbesar di NTB, sesuai dengan lokasi dan kisah film tersebut yang menceritakan kehidupan sosial budaya masyarakat di Desa terpencil di Sumbawa NTB.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: Sosbud Tags: ,

Memberi adalah Memberi

Fenomena pengemis, anak jalanan, anak yatim piatu dan orang-orang yang butuh uluran tangan merupakan realitas yang sering kita jumpai. Baik yang ada di jalan, perumahan, di panti-panti asuhan, maupun tempat lain. Ketika seseorang memberi kepada pengemis, misalnya, seringkali melihat terlebih dahulu kondisi fisiknya apakah benar-benar butuh bantuan atau hanya karena kemalasan. Sehingga tak jarang orang mengurungkan niat untuk memberi jika peminta-minta masih memiliki badan yang kuat yang seharusnya bekerja bukan meminta-minta. Perkataan ini pun sering dilontarkan, “Jangan jadi pemalas, lebih baik cari kerja daripada meminta-minta, toh badan masih kuat, muda, dsb”.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: Pemikiran, Sosbud Tags: