Archive

Archive for the ‘Pemikiran’ Category

Agama Organik

Istilah organik banyak dikenal saat ini, terutama pada bidang pertanian seperti sayuran, buah-buahan, beras, pupuk  dan sebagainya. Organik dalam obyek-obyek tersebut adalah kata sifat yang berarti “berasal dari makhluk hidup”. Beras organik artinya beras yang ditanam di tanah yang alami dan dipupuk dengan bahan-bahan makhluk hidup dari alam, tanpa campuran kimiawi.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Advertisements
Categories: Filsafat, Pemikiran, Sosbud Tags: ,

Memberi adalah Memberi

Fenomena pengemis, anak jalanan, anak yatim piatu dan orang-orang yang butuh uluran tangan merupakan realitas yang sering kita jumpai. Baik yang ada di jalan, perumahan, di panti-panti asuhan, maupun tempat lain. Ketika seseorang memberi kepada pengemis, misalnya, seringkali melihat terlebih dahulu kondisi fisiknya apakah benar-benar butuh bantuan atau hanya karena kemalasan. Sehingga tak jarang orang mengurungkan niat untuk memberi jika peminta-minta masih memiliki badan yang kuat yang seharusnya bekerja bukan meminta-minta. Perkataan ini pun sering dilontarkan, “Jangan jadi pemalas, lebih baik cari kerja daripada meminta-minta, toh badan masih kuat, muda, dsb”.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: Pemikiran, Sosbud Tags:

Kiat Meniru Tuhan: Sakinah Mawaddah wa Rahmah

Meniru Tuhan atau sedikitnya merasakan bagaimana Tuhan bertindak adalah mudah. Itu kita bisa telusuri dari kata cinta. Ada ungkapan yang sering dikemukakan dalam budaya Muslim ketika seseorang melakukan pernikahan. Yaitu ungkapan “sakinah, mawaddah wa rahmah“.

Sakinah berasal dari kata sakana yang berarti diam. Sukun adalah kata bendanya. Sakinah dapat dimaknai dengan berhentinya pencarian cinta seseorang karena sudah mendapatkan pasangan yang tepat. Ibarat kapal yang menjatuhkan jangkarnya ketika merapat di pelabuhan setelah sekian lama mengarungi luasnya lautan. Dengan jangkar di dasar lautan berarti tandanya berhenti. Begitu juga dengan manusia. Seseorang yang menikah berarti telah menemukan pasangan yang tepat. Tetapi bisa sakinah bisa juga tidak.

Lanjutan Posting ini Di Sini…

Agama: Pemicu Konflik atau Pemersatu?

Dalam blog saya di https://harjasaputra.wordpress.com pada saat memposting tulisan mengenai “Statistik Pemeluk Agama di Dunia” yang dikutip dari situs icc-jakarta.com (bulan Juli 2009), tempat penulis bekerja pada tahun tersebut. Responsnya luar biasa, dengan jumlah komentar lebih dari 100 komentar, baik komentar yang baik maupun makian atau bernada emosi pada pendapat orang lain.

Di sinilah terlihat jelas bahwa ketika berhadapan dengan “Agama”, pemeluk agama tertentu cenderung subyektif dan mengedepankan emosinya. Padahal, tujuan agama adalah untuk mendamaikan. Agama, ketika dipahami sebagai “lembaga” maka cenderung eksklusif. Tidak salah apa yang ditulis oleh Armstrong dalam buku “Sejarah Agama-agama”, agama dari rangkaian sejarah menimbulkan malapetaka, pertumpahan darah. Namun, apakah betul agama seperti itu sifatnya?

Lanjutan dari Posting ini, Di Sini…