Archive

Archive for the ‘Politik’ Category

Pesona Hamdan Zoelva

August 24, 2014 Leave a comment

Pesona Ketua MK, Hamdan Zoelva, selama sidang Sengketa Pilpres dalam kurun waktu sebulan ini sangat luar biasa. Di mesin pencari, saya pantau ada ribuan orang yang mencari tahu profile Ketua MK dan imbas dari itu website saya pun kena dampaknya.

See more at: Pesona Hamdan Zoelva.

Advertisements
Categories: Politik

Rasisme dalam Ekonomi

Rasisme ternyata tidak saja hinggap di ranah pemikiran, tetapi juga di ekonomi. Entah apa sebabnya para pengamat, politisi, dan banyak pihak pada saat perdagangan bebas dengan China diterapkan ramai-ramai mengkritik. Di DPR saja sampai dibentuk Panitia Kerja (Panja) ACFTA. Koran-koran nasional banyak yang menjadikannya headline, seminar-seminar pun tak kalah ramai, rendah riuh masyarakat menentang ACFTA. Tapi ketika perdagangan bebas dengan Australia dan New Zealand dalam skema AANZFTA diterapkan sepi komentar, begitu juga dengan perdagangan bebas dengan India lebih sepi komentar.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: Ekonomi, Politik Tags: ,

Resume Raker Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2012 di Komisi VI

Komisi VI DPR-RI, Senin 06 Juni 2011, melakukan Rapat Kerja dengan 4 (empat) Kementerian untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2012 sebagai bahan untuk penyusunan RAPBN 2012. Pagi hari rapat kerja dengan Menteri Perdagangan dan Ketua KPPU, yang semula dijadwalkan dari pukul 10.00 – 11.00 namun berlanjut hingga pukul 12.00 WIB. Rapat dengan Menteri Perdagangan tersebut sempat diwarnai sedikit ketegangan antara pimpinan sidang yang dipimpin oleh Agus Hermanto (FPD) dengan Refrizal (Anggota FPKS). Di sela-sela pembicaraan Ibu Mari Elka Pangestu, beberapa anggota DPR-RI interupsi dan menanyakan beberapa hal yang menurut pimpinan sidang di luar konteks agenda rapat. Namun, mereka bersikeras untuk menyampaikan hal tersebut karena pertemuan dengan Ibu Menteri jarang terjadi sehingga hal ini ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan beberapa isu yang dianggap penting.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: DPR, Ekonomi, Politik Tags: , , ,

Kebangkitan Nasional Vs Kebangkrutan Nasional

Tanggal 20 Mei 2011 diperingati sebagai “Hari Kebangkitan Nasional” yang ke-103 yang merujuk pada perjuangan Boedi Oetomo tahun 1908. Bertepatan dengan hari nasional tersebut headline beberapa Koran Nasional memuat mengenai pernyataan tokoh lintas agama yang memberikan peringatan “Kalau kita tidak bangkit dari keterpurukan, bukan kebangkitan, melainkan kebangkrutan nasional yang akan mengancam kehidupan bangsa Indonesia” (Kompas, 20 Mei 2011).

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Fakta Mengenai Tenaga Ahli DPR

Tenaga Ahli DPR menjadi sorotan seiring dengan rencana dibangunnya gedung baru DPR. Rencana penambahan Tenaga Ahli DPR hingga berjumlah 5 orang dari semula hanya 1 orang per anggota dewan digunakan sebagai premis perlunya pembangunan gedung baru. Banyak komentar mengenai penambahan tenaga ahli ini. Karena di sinilah argumentasi utamanya. Di sini penulis berusaha memaparkan kondisi riil mengenai kondisi obyektif tenaga ahli saat ini.

Lanjutan Posting ini Di Sini..

Categories: DPR, Politik Tags: ,

Menyoal Sensor Internet

Sensor internet yang diberlakukan oleh kementerian komunikasi dan informasi (Kemenkominfo) masih menjadi perdebatan di kalangan para pengamat IT dan masyarakat luas. Tujuan dari sensor internet tersebut sebetulnya bagus yaitu mencegah generasi muda terutama remaja dari hal-hal yang berbau pornografi. Karena generasi muda adalah harapan bangsa. Namun, kebijakan ini tidak holistik sehingga salah sasaran.

Lanjutan Posting ini Di Sini…

Categories: Komunikasi, Politik Tags: , ,

Sosialisme versus Kapitalisme

Diskusi di BBM Group Tenaga Ahli Komisi 6 lintas Fraksi, 17 Mei 2011 adalah mengenai kapitalisme versus sosialisme. Diskusi diawali oleh posting dari MG yang mengutip kisah berunsur lelucon mengenai arti politik:

“Apa sih ‘Politik’ itu? ‎Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya, “Ayah, dapatkah ayah jelaskan apakah politik itu?”
Ayah berkata, “Nak, aku akan menjelaskan seperti ini: Aku adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah aku ‘Kapitalisme’. Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia ‘Pemerintah’. Kami di sini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut ‘Rakyat’. Bibi pembantu kita anggap sebagai ‘Buruh’. Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia ‘Masa Depan’. Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.

Lanjutan Posting ini Di Sini…