Home > Keseharian, Positif Thinking > “Rumah” dan “Tangga”

“Rumah” dan “Tangga”

MENYIKAPI PROBLEM DLM RELATIONSHIP

 

Ada yang lagi punya masalah dalam relationship, yang sedang menuju atau yang sudah berrumah tangga? Mungkin berikut ini aku ingin berbagi ide dari perspektif positive thinking.

Aku sempet mikir, kenapa di Indonesia istilah pernikahan itu menggunakan kata ‘Rumah Tangga”? Sementara di kebudayaan lain, istilahnya berbeda dan ga ad istilah rumah tangga. Aku pikir pasti ada maknanya.

Makna filosofis Rumah Tangga, adalah pada kata “tangga” sebagai kalimat yang menerangkan kata rumah itu dalam kalimat dimaksud. Kenapa di Indonesia pernikahan untuk mengarungi kehidupan menggunakan perumpamaan tangga?

Pertama, tangga itu terdiri dari beberapa pijakan yang terus menanjak menuju tempat yang lebih tinggi. Ini digambarkan sebagai perjalanan dalam menuju kehidupan dan kemuliaan yang lebih baik, dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi. Menanjak dimaknai sebagai usaha yang memerlukan energi yang lebih banyak dan diperlukan kehati2an dalam menapaki setiap tahapan.


Kedua, jika kita lihat tangga, dari satu pijakan ke pijakan lain terdapat ruang kosong..bahkan ketika sebelum menapaki pijakan tangga yang pertama didahului terlebih dahulu dengan ruang kosong. Ini maknanya daleeem dan luas. Ruang kosong tersebut bermakna kehampaan, keraguan, keputusasaan, dan tidak jarang adalah air mata. Ruang kosong sebelum pijakan tangga yang pertama adalah masa-masa pencarian sebelum menapaki relationship yang sebetulnya dalam bentuk pernikahan. Karena ia ruang kosong, maka selalu banyak penderitaan, ketidakpastian, air mata, kepedihan dan bahkan keputus-asaan. Bahkan setelah sampai ke tangga yang sebenarnya, relationship dalam bentuk pernikahan, ketika kita menapaki setiap pijakan-pijakan tangga tersebut selalu ada ruang kosong di antara pijakan-pijakan tersebut. Itu bermakna pernikahan pun selalu mengalami cobaan, selalu melalui ruang kosong, selalu ada masalah yang ditemui.
Air mata, penderitaan, bahkan sakit hati, pertengkaran, itu suatu yang wajar dalam ruang kosong tersebut ketika hendak menaiki tangga selanjutnya.

Ketiga, bagaimana solusinya? Ingat tangga itu ditopang oleh dua tiang di kanan-kirinya. Jika tiang itu kuat maka pijakan-pijakan itu ga akan hancur. Ia akan tetap utuh. Tiang itu adalah lambang dari ikatan yang solid, saling pengertian, komunikasi yang baik dan selalu lurus. Inilah makna terdalam dari prinsip “Rumah Tangga”.

 

by: harja saputra (2005)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: