Istilah organik banyak dikenal saat ini, terutama pada bidang pertanian seperti sayuran, buah-buahan, beras, pupuk dan sebagainya. Organik dalam obyek-obyek tersebut adalah kata sifat yang berarti “berasal dari makhluk hidup”. Beras organik artinya beras yang ditanam di tanah yang alami dan dipupuk dengan bahan-bahan makhluk hidup dari alam, tanpa campuran kimiawi.
Lanjutan Posting ini Di Sini..
Kita sering mendengar orang berkata: “Lagi cari ide”, “idenya brillian”. Pertanyaannya: Apa itu ide? Di manakah ide itu berada? Pertanyaan filosofis yang banyak dibahas oleh para filosof dengan bahasa yang terkadang susah dipahami. Mari kita bikin mudah. Kalau bisa dibikin mudah kenapa harus dibikin susah. Ide jelas bukan benda yang bisa dilihat oleh indera. Ide sifatnya abstrak. Alam ide merupakan salah satu pemikiran utama Plato. Menurutnya, semua yang ada di dunia ini adalah palsu.
Lanjutan Posting ini Di Sini..
Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Selain itu, diperingati pula Pidato Bung Karno 1 Juni 1945. Hari ini (01 Juni 2011) di gedung MPR presiden SBY dijadwalkan hadir bersama beberapa mantan presiden RI untuk memperingati pidato Bung Karno.
Para ahli sejarah berbeda pendapat mengenai kapan sebetulnya “hari Pancasila” apakah tanggal 1 Juni bertepatan dengan Pidato Bung Karno, yang dalam pidatonya mengemukakan secara eksplisit mengenai butir-butir yang terdapat dalam Pancasila; ataukah tanggal 18 Agustus 1945, yaitu di saat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengumumkan mengenai Butir-butir Pancasila. Atau pertanyaan yang lebih spesifiknya, “Apakah Pancasila adalah karya tunggal Bung Karno yang dirumuskan 1 Juni, ataukah rumusan bersama dari PPKI”.
Lanjutan Posting ini Di Sini…
Tanggal 20 Mei 2011 diperingati sebagai “Hari Kebangkitan Nasional” yang ke-103 yang merujuk pada perjuangan Boedi Oetomo tahun 1908. Bertepatan dengan hari nasional tersebut headline beberapa Koran Nasional memuat mengenai pernyataan tokoh lintas agama yang memberikan peringatan “Kalau kita tidak bangkit dari keterpurukan, bukan kebangkitan, melainkan kebangkrutan nasional yang akan mengancam kehidupan bangsa Indonesia” (Kompas, 20 Mei 2011).
Lanjutan Posting ini Di Sini..
Meniru Tuhan atau sedikitnya merasakan bagaimana Tuhan bertindak adalah mudah. Itu kita bisa telusuri dari kata cinta. Ada ungkapan yang sering dikemukakan dalam budaya Muslim ketika seseorang melakukan pernikahan. Yaitu ungkapan “sakinah, mawaddah wa rahmah“.
Sakinah berasal dari kata sakana yang berarti diam. Sukun adalah kata bendanya. Sakinah dapat dimaknai dengan berhentinya pencarian cinta seseorang karena sudah mendapatkan pasangan yang tepat. Ibarat kapal yang menjatuhkan jangkarnya ketika merapat di pelabuhan setelah sekian lama mengarungi luasnya lautan. Dengan jangkar di dasar lautan berarti tandanya berhenti. Begitu juga dengan manusia. Seseorang yang menikah berarti telah menemukan pasangan yang tepat. Tetapi bisa sakinah bisa juga tidak.
Lanjutan Posting ini Di Sini…
Diskusi di BBM Group Tenaga Ahli Komisi 6 lintas Fraksi, 17 Mei 2011 adalah mengenai kapitalisme versus sosialisme. Diskusi diawali oleh posting dari MG yang mengutip kisah berunsur lelucon mengenai arti politik:
“Apa sih ‘Politik’ itu? Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya, “Ayah, dapatkah ayah jelaskan apakah politik itu?”
Ayah berkata, “Nak, aku akan menjelaskan seperti ini: Aku adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah aku ‘Kapitalisme’. Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia ‘Pemerintah’. Kami di sini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut ‘Rakyat’. Bibi pembantu kita anggap sebagai ‘Buruh’. Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia ‘Masa Depan’. Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.
Lanjutan Posting ini Di Sini…
Terjadi diskusi yang hangat di kalangan Tenaga Ahli Komisi VI melalui Blackberry Messenger (BBM Group) pada tanggal 11 Mei 2011. Tenaga Ahli Komisi VI yang biasanya berdiskusi masalah ekonomi sebagai fokus kerja di komisi tersebut (BUMN, perdagangan, perindustrian, investasi, standarisasi, persaingan usaha, perlindungan konsumen, dan koperasi), namun pada hari itu meluas ke masalah filsafat. Diskusi melibatkan tenaga-tenaga ahli dari lintas fraksi yang ada di Komisi VI.
Awal diskusi diawali oleh posting dari salah seorang Tenaga Ahli (PM). Ia mengutip kisah sebagai berikut:
“Di suatu padepokan di Tiongkok pernah hidup seorang Guru yg sangat dihormati karena tegas & jujur. Suatu hari, 2 murid menghadap Guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungn 3×7. Murid pandai mengatakan hasilnya 21. Murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27.
Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta Guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar di antara mereka, sambil si bodoh mengatakan : “jika saya yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru, tetapi jika kamu yang benar ( 3 x 7 = 21 ) maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha …..” demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin dgn pendapatnya .
Lanjutan dari Posting ini Di Sini..
by: harja saputra (2004)
Sejarah membuktikan bahwa perkembangan filsafat di dunia Islam terinspirasi dari pemikiran para filosof Yunani yang telah mendominasi ranah intelektual manusia jauh sebelum agama Islam diturunkan. Secara umum, pemikiran para filosof muslim (baca : filsafat Islam) merupakan sintesa sistematis antara ajaran-ajaran Islam, Aristotelianisme, dan Neo-Platonisme baik yang berkembang di Athena maupun di Alexandria (Nashr, 1964:411). Sintesa yang dilakukan pada dasarnya bertujuan untuk mengharmoniskan hubungan antara filsafat dengan ajaran Islam.
Read more…
by: harja saputra (2005)
Adakah bukti untuk menunjukkan bahwa manusia selalu rindu terhadap sesuatu yang absolute (Tuhan)?
Sebetulnya, dalam kehidupan kita, yang sering tidak kita sadari dapat dengan mudah membuktikan bahwa kita selalu rindu dan selalu menyatukan diri kita dengan Tuhan. Apa buktinya?
Read more…
Komentar